Monday, August 21, 2017

[RECIPE] Cheezy Cheddar Shokupan Buns

After making my first shokupan, I can't seem to stop making this fluffy white bread. It is very easy to make and has sparked my love of bread making. Before this bread, I never seemed to find a perfect bread recipe that just works every time.

If you haven't tried it yet, what makes shokupan particularly different from other milk bread recipes is the thang zhong method it uses, where basically a fraction of the water and flour used in the recipe, is made into a roux, and later gets incorporated into the dough. The result is (allegedly) bread that is softer longer.

Another thing I love about this recipe is how incredibly versatile it is! After making straight up regular white bread shokupan, I decided to experiment a little with some left over cheddar cheese I had. Instead of making it into one big loaf, I made small individual buns that is great for snacking or even lunch item. They are great as it is, but what makes it even better is the garlic butter mix that gets brushed on top of it, as well as some grated fresh parmesan and chopped parsley.

I kid you not, this will not last long out of the oven!


Tuesday, August 15, 2017

[RESEP] All Purpose Pie Crust No.2 (Resep Kulit Pie Serbaguna)




Sudah banyak resep kulit pai yang saya coba, dengan berbagai macam tingkat keberhasilan, kegagalan, serta tentu rasa. Ada yang bilang, terutama pencinta pai garis keras, kalau kulit painya tidak dibuat dengan baik, tidak ada artinya isi pai seenak apapun. Bagi saya sih, ini tentu agak lebai, hehe. Tapi tetap saja fakta ini bikin penasaran untuk mencoba resep yang bukan hanya paling enggak ribet dan anti gagal, tapi juga paling enak. 

Sejauh ini, saya selalu pakai resep Martha Stewart dari buku Baking Handbook-nya, atau resep Oma Oreilly yang diadaptasi dari buku Betty Crocker, dan sejauh ini cukup sukses, walaupun, terus terang adonan yang dihasilkan lumayan cepat lembek buat saya yang tinggal di Jakarta yang super panas dan lembab. 

Lalu beberapa bulan yang lalu saya menemukan resep Chef Step untuk pembuatan Pâte Brisée atau tidak lain tidak bukan nama keren dari pie crust atau kulit pai itu tadi. 

Ternyata, resep ini jauh lebih simpel dan adonan yang dihasilkan jauh lebih gampang dikendalikan alias tidak mudah lembek, dan bisa digunakan untuk pie jenis apapun, baik manis ataupun savory. Satu-satunya perbedaan adalah hasil akhir yang less flaky, tapi sangat minimal. 



Monday, July 31, 2017

[REVIEW] Kokoro - Tokyo Maze Soba, Jakarta

Rasanya, setiap minggu ada saja restoran baru bermunculan di Jakarta. Ini tentu hal menggembirakan buat kita yang doyan makan; karena berarti makin banyak tempat untuk di coba setiap kita mau berburu tempat makan. Terlalu banyak, bahkan! Bahkan seringkali, sebelum kita sempat mencoba, restoran-restoran ini sudah keburu tutup duluan. Yang lumayan menjadi favorit foodie (bahasa kerennya tukang makan dan tukang foto makanan) adalah beberapa restoran franchise atau waralaba premium yang didatangkan langsung dari negara asalnya. 

Restoran waralaba atau franchise yang terakhir saya datangi pembukaannya adalah Kokoro Tokyo Maze-Soba yang berasal dari Tokyo, Jepang. Katanya, di negara asalnya, sudah buka lebih dari 20 restoran. Namanya mengandung kata 'soba', yang biasanya berarti tepung buckwheat atau sorghum (gandum hitam), tapi ternyata gerai mi ini menggunakan tepung terigu biasa. Mi yang digunakan berukuran sedikit lebih kecil dari udon dan bertekstur lebih kenyal. 



Wednesday, July 5, 2017

Resep Shokupan (Roti Tawar Lembut ala Jepang)


Halo!
Sudah lama banget saya nggak posting resep apa-apa nih. Setelah libur lebaran kemarin, akhirnya saya ada waktu untuk tes beberapa resep.

Jujur, resep roti shokupan ini adalah yang paling mudah dan nggak malu-maluin dari sekian banyak roti yang pernah saya buat. lol. Serius deh, resep ini pantas banget disebut resep anti gagal, dan saya harus beterima kasih sama blog Dream of Dashi yang menjelaskan dengan seksama cara pembuatnnya.




Shokupan sempat saya kira berarti roti susu, namun ternyata secara harafiah bermakna roti (untuk) dimakan. Lha, emang roti diapain kalo nggak buat dimakan? ahaha. Maksudnya, tidak seperti kebanyakan tipe roti yang digemari di negara Asia yang dimakan untuk camilan, shokupan dinikmati untuk makan 'besar', seperti untuk sarapan atau sebagai bahan membuat roti lapis atau sandwich.

Tuesday, December 27, 2016

Bali Spot: Settimo Cielo Seminyak's All You Can Graze Italian Feast

On my recent trip to Bali, I had the chance to visit one of the newest Italian restaurant in the swanky Seminyak area. Settimo Cielo, or Seventh Heaven, places itself to be a laid back yet classy Italian restaurant that's actually quite common in the area.

The place is definitely not that big, probably only sits around 40 people max. The interior is contemporary yet warm, with the use of deep earthy colors that cool the eye from the beating Seminyak sun. 




Saturday, December 17, 2016

[RESEP] Banana Muffins with Chia Seeds (Dairy Free)

Akhir pekan kemarin, saya melihat tiga buah pisang ambon yang terbaring lesu di dalam kulkas, dengan sekujur tubuhnya menghitam legam tanpa ampun. Bahasa kerennya, trio pisang ini, overripe. Terlalu lembek untuk dimakan begitu saja, tapi tentu masih baik untuk dikonsumsi.


Kalau sudah kayak gini, hanya ada dua cara paling tepat untuk menyelamatkan si pisang supaya tidak sia-sia eksistensinya: bikin smoothies, atau bolu pisang. Karena saya lagi nggak mood bikin smoothies, jadilah saya keluarin lagi resep bolu pisang. Tapi sayang saya kehabisan mentega, jadi kali ini, saya coba versi yang sedikit lebih sehat (alasan), yaitu dengan menggunakan minyak kelapa.

Saya pikir, hasilnya jadi tidak terlalu moist seperti kalau pakai mentega. Ternyata, kue masih lembut, dan karena memang penggunaan pisang yang lumayan banyak, sama harumnya dengan yang biasa saya buat. Kali ini, supaya nggak terlalu polos, saya taburkan sedikit chia seeds di atasnya.



Bahan-bahan:
2 cups/ 256 gram tepung terigu (bisa dicampur dengan tepung gandum utuh, atau tepung oat, jika punya)
1 sdt baking soda
1/2 sdt garam
3 pisang yang sangat matang, hancurkan
2 butir telur
3.4 cup/150 gram gula putih, aren, brown sugar, atau campuran dari beberapa. (saya pakai brown sugar)
1/2 cup/120 ml minyak kelapa




Cara:
1. Panaskan oven hingga 160 derajat celcius
2. Campur bahan kering: tepung, baking soda, dan garam
3. Campur gula dan minyak kelapa menggunakan mixer, masukkan pisang yang sudah dihancurkan
4. Masukkan telur, aduk
5. Tambahkan bahan kering sedikit demi sedikit, hingga merata.
6.  Pindahkan ke loyang yang sudah diolesi minyak & tepung, atau ke dalam mangkok cupcake atau muffin
7. Panggang selama 30-40 menit. Kalau menggunakan mangkok cupcake, akan menbutuhkan waktu lebih cepat, sekitar 15-20 menit.

Jadi deh! :D 

Thursday, December 15, 2016

[RESEP] Cara Membuat Susu Kacang Almond


Saya mengadaptasi resep susu Almond ini (alias nyontek plek plek hahaha) dari buku resep Oh She Glows garapan Angela Liddon, salah satu blogger dan penulis vegan favorit saya. Dalam arti, konten-kontennya mudah diikuti, tidak terlalu pusing berceramah, dan tidak terlalu banyak menggunakan bahan aneh-aneh yang sulit didapat (atau terlalu mahal).

Setelah beberapa kali mencoba, saya semakin ogah membeli susu almond di toko karena selain gampang buanget bikinnya (cuma memang harus modal blender/food processor dan kain saring), susu almond bikinan sendiri ternyata jauh lebih enak dari susu almond yang pernah saya beli. Selain tentu lebih terjamin juga kesegarannya.

Kita mulai saja yuk, dari alat-alat yang diperlukan:
- Food processor atau blender; semakin kuat dan tinggi kecepatannya, semakin baik. Tapi yang jenis apapun bisa dipakai kok
- Kain saring/kain tahu; bisa beli di pasar atau pakai ulang yang dipakai untuk membungkus tahu kalau nggak nemu ^^'
- Saringan ukuran sedang (bisa menggunakan yang biasa digunakan untuk menyaring santan)
Udah, segitu aja kok!

Bahan-bahan:
- 1 cup (140 grams) kacang almond mentah utuh, jangan yang sudah matang ya apalagi sudah dibumbuin ehehehe (saya beli di tokopedia, sekitar Rp. 190,000/kilo)
- 1 liter air matang/air suling
- 2-3 kurma medjool atau kurma biasa yang sudah direndam hingga lunak, buang bijinya. Atau bisa juga gunakan 2-3 sendok makan madu
- 1 sdt esens vanila murni atau dari 1 ruas vanila utuh
- bisa juga bubuhkan bubuk kayu manis, jika suka
- 1/4 sdt garam laut

Cara:
- Cuci kacang almond dan rendam selama 8 jam
- Tiriskan dan cuci lagi almond, masukkan ke dalam blender bersama air, kurma/madu, esens vanila, garam, dan bubuk kayu manis (jika menggunakan), blender dengan kecepatan tinggi hingga halus
- Lapiskan saringan dengan kain saring tahu, letakkan di atas mangkuk atau baskom besar
- Tuangkan susu almond, lalu peras hingga tuntas
- Susu almond siap dinikmati! Untuk hasil terbaik, sebaiknya disimpan di botol/toples kaca, simpan di lemari es, dan nikmati segera, sebaiknya tidak lebih dari seminggu.

NOTE: Ampas almond sisa JANGAN dibuang, bisa dipakai untuk campuran membuat cake, kue kering, dll (untuk campuran tepung). Setelah selesai diperas untuk susu almond, bisa langsung disimpan di freezer, atau dikeringkan di oven hingga kering. Untuk hasil terbaik, bisa diblender lagi supaya lebih halus.

 Kalau dihitung-hitung, untuk mendapatkan 1 liter susu almond segar, saya hanya mengeluarkan kira kira Rp. 40,000. Lumayan kan daripada beli hehe.